Ada banyak sekali orang yang penasaran kenapa gue suka menulis. Mereka berpendapat bahwa orang yang sehari-harinya nggak pernah bisa diam sedetik saja ini bisa menyukai hal berbau sastra. Bahkan mereka sempat mengatakan bahwa gue salah jurusan atau gue salah cita-cita.
Gue bilang enggak. Gue nggak salah jurusan atau gue nggak salah cita-cita.
Gue emang suka nulis. Tapi pernah dengar nggak sih orang-orang bilang kalau nulis itu hanya sebatas hobby? Dan gue beranggapan yang sama. Gue nggak berharap kalau suatu hari nanti gue akan menjadi penulis. Oh, bukan berarti gue nggak pernah ngebayangi gue akan menjadi seorang penulis kelak. Maksudnya gini, seorang yang suka menulis pasti akan pernah berpikir atau berkhayal dia akan menjadi seorang penulis. Tapi masih dalam tahap yang sewajarnya.
Banyak kok orang-orang yang suka nulis (sebut aja Author ya) berasal dari jurusan yang aneh-aneh. Seperti kenalan gue. Dia lulus sebagai sarjana pendidikan dengan bidang studi nya Matematika. Kalian bayangin aja, matematika sama nulis, apa nyambungnya? Nggak ada kan? Atau bahkan seorang mahasiswa jurusan Akuntansi lebih sering menghabiskan waktunya pada laptop ketimbang buku hitung-hitungannya. Yah, nggak ada yang salah dong?
Kita suka nulis dan kita enjoy dengan pendidikan kita. Selama itu bukan jadi halangan kita.
Nah, gue akan menjelaskan kenapa kita suka sama yang namanya nulis.
1. Mengenang
Paling banter alasan pertama gue suka nulis yah ini. Gue bisa mengenang sesuatu dari tulisan gue. Kayak buku diary, nah gue mencurahkan segala kejadian yang sepatutnya untuk gue curahkan ke dalam cerita. Gue pengen punya buku legenda yang nyata. Buku yang kelak nanti anak-anak gue atau bahkan cucu gue bakalan bilang "Oh, ternyata nenek/buyut gue pernah ngelakuin hal sekonyol ini?" atau "Sebegitu menyedihkannya kah kenangan yang dia punya?". Yah setidaknya, gue masih bisa ninggalin sedikit jejak buat mereka.
2. Kesenangan
Nulis itu random. Kadang kita juga random kok. Percaya nggak kalau orang-orang yang suka nulis itu suka bertingkah aneh yang kalian nggak ngerti akan apa yang dia perbuat. Yah, itu keunikan kita. Kita senang-senang aja hidup berkhayal. Menentukan takdir kita seperti apa, menceritakan kita bagaimana yang sebenarnya semua tokoh itu menceritakan tentang kita. Kalau dunia nggak bisa memberi kesenangan buat gue, maka menulis adalah jawabannya.
3. Menulis itu jiwa
Kalian pasti punya hobby yang kalian anggap udah kayak jiwa kalian kan? Nah, iya. Gue juga gitu, Nulis itu jiwa kedua gue. Dia kayak pengasuh di kala gue mulai jenuh aja. Dia ngerti gue sebagaimana dia menjadi teman buat gue. Makanya dia jiwa yang nggak akan bisa gue lepas sekalipun gue ngalamin masa-masa jadi WB (Write Block's).
Itu sih alasan yang buat gue suka nulis. Hanya itu.
Bhay.
Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar