Sabtu, 09 April 2016

Hati yang Berubah

Lagi.
Untuk kesekian kalinya, gue hanya mampu menatap gadis itu dari kejauhan. Gadis dengan kunciran kuda dan wajah polos tanpa alas make up seperti gadis yang lainnya. Gadis yang hanya akan dulu di baris keempat dari depan sisi tengah altar gereja. Gadis yang selalu mencuri perhatian yang gue miliki. Sepenuhnya hanya untuk melihatnya barang sedetik.

Gadis itu tak pernah absen dalam setiap ibadah. Layaknya gadis baik-baik yang selalu menyediakan sedikit waktunya untuk menyapa Sang Penciptanya. Namanya Clarrisha Ananda Putri. Nama yang beberapa bulan ini sukses buat gue nggak bisa meninggalkan kegiatan gue sebagai musisi di gereja. Nama yang akhirnya buat gue selalu diam tanpa kata ketika senyumnya terukir dengan jelas.

"Huh, gue di anggurin."

Gue menoleh pada gadis tempramen di sebelah gue. Gadis yang setia menemani gue dalam suka dan duka di kehidupan gue. Sepupunya Icha -sapaan akrabnya.

"Apasih, Na?" Gue nggak bisa membohongi perasaan gue terhadap gadis ini. "Gue nggak nganggurin lo, loh."

"Apaan?" bantahnya sambil memanyunkan bibirnya. "Lo kalau naksir Icha bilang aja. Ntar gue yang comblangin, deh."

Gue menggeleng. "Nggak perlu, Na. Gue akan berjuang sendiri untuk sepupu lo. Asal lo nggak cemburu aja." Goda gue sambil mencolek dagunya

"Cemburu itu pasti. Tapi kalau hati lo udah tertuju sama dia, gue bisa apa? Cinta gue yang datang terlambat untuk menghampiri hati lo. Jadi lo nggak salah,"

Ya, gue sempat menyukai Mariana sebelum gue menyadari bahwa gue mencintai Clarrisha.

The End

Tidak ada komentar:

Posting Komentar